Empal Gentong ini biasanya berisi daging dan bagian 'organik' sapi. Berhubung saya mau sok sehat (padahal males juga ngolah bahan organik gitu, mesti ngrebusnya pisah-pisah), jadilah Empal Gentong saya berisi daging doang.
Bahan yang dihaluskan: bawang merah, bawang putih, merica, cabai merah/cabai rawit, sedikit
kencur, garam
Cara: campur semua bahan yang dihaluskan. tambahkan jagung pipil, telur, tepung terigu, sedikit
maizena. Aduk rata. goreng dalam minyak panas, sampai kuning keemasan. angkat.
Assalamualaikum,
Udah lama banget ga posting resep masakan di blog ini, sampe berdebu.
Mumpung habis dapat rezeki ikan cakalang fufu (ikan cakalang asap) dari kawan kos yang pulang dinas dari Manado, langsung tancap ke dapur bikin cakalang pampis.
Kerak telor adalah makanan asli daerah Jakarta (Betawi), dengan bahan-bahan beras ketan putih, telurayam, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir.
Saya sedang tak enak badan ni, flu berat.....hiks.... Pengennya makan yang pedas2.
Pilihan jatuh pada menu nasi udang yang dimakan dengan sambal setan yang super pedas. Gara-gara terbayang nasi udang yang cukup populer di Surabaya, saya mencoba buat sendiri. Kebetulan resepnya ada di buku Seri masak Femina Primarasa, Jajanan Jawa Timur.
Rasanya lumayan mirip lho, dengan aslinya. Yuk coba...
Salam, Ini hasil project pertama saya dalam forum anak kos berlabel “dapurku jendela dunia”. Tema kali ini adalah FESTIVAL MANADO. Kami bertiga (Saya, Nobi, & Dindut)masing-masing memasak hidangan khas dari Manado - Sulawesi Utara. Bebas aja sih, mau masak apaan, mau setor kapan, pokoknya asik-asik aja dah... Yang mau nyobain boleh, ini gampang & cepet bangen bikinnya :)
Salam semua, Ini kalau nggak gara-gara Pepy, saya nggak update blog deh... hohohoho Masih hasil dari mencoba resep di buku yang keren banget, kali ini yang jadi objek penderita adalah Sop Uter. Masakan Peranakan Tionghoa Semarang yang sering disajikan pada acara-acara pesta sejak tahun 1950-an hingga kini.
Hari ini cuaca mendung lagi. Mari kita makan yang anget-anget...
Kangen banget makan Mi Sop Ayam di Medan, tapi kok jauh amat ya kalo mesti pergi ke Medan, secara di Jawa nih nggak ada yang jual. Yo wes, mari kita membuat sendiri saja. Pake resepnya Pepy, lumayan enak juga. Sayangnya saya lagi nggak punya stok krupuk merah.
Kalo dirasa-rasa, Mi Sop Ayam ini memang mirip dengan sop kalau pake sop bunjut. Jadi, kalau kita malas nguleg-uleg bumbu, boleh buat kuahnya pakai sop bunjut aja. hehehe [sebelum ini saya udah pernah nyoba buat mi sop ayam pake kuah dari sop bunjut].
Cuma yang jadi masalah lagi, di kota saya nggak ada yang jual sop bunjut. hiks... Mesti ke Medan lagi kalau mau beli. Eh tapi, di Jakarta ada nggak ya? coba deh besok2 saya cari.
Kalau takde juga, kawan-kawan dari Malaysia tu kena kirim saya sop bunjut banyak2 ye, saya tunggu... hihihi
Okelah, mari kita liat resepnya di bawah ini, langsung saya copas dari dapurnya Pepy.
Assalamu'alaikum, Saya nemu buku baru yang keren banget (menurut saya), yang isinya masakan khas kota kelahiran saya & mengingatkan akan masakan-masakan mendiang ibu saya. Salah satunya adalah Cap Cai Kuah ini. Buat yang penasaran sama rasanya, silahkan mencoba memasak sendiri, resepnya ada di bawah ini :) Kalau masih penasaran sama resep-resep yang lain, silahkan cari bukunya di toko buku terdekat di kota anda. ahahaha
Terima kasih buat kawan-kawan yang sudah ikutan GA Mlebu Pawon. Buat yang belum & pengen ikutan, masih ada waktu 1 minggu lagi sampai dengan tanggal 10 Maret, yaaa... :)
Buat yang punya tekanan darah rendah seperti saya, yuk mari "makan hati"... :D
Resep simple ala anak kos yang pulang kerja dah langsung tepar jaya. Bisa juga dicoba untuk para wanita karir yang masih sempat masak untuk keluarga sebelum ngibrit ke kantor...
Gonggong atau siput laut merupakan makanan laut khas Batam, Kepulauan Riau. Gonggong ini dimasak dengan cara dikukus dengan bumbu minimalis. Cara memakannya pun cukup unik, yaitu menggunakan tusuk gigi kemudian memasukkannya kedalam cangkang, dicungkil-cungkil sampai daging Gonggong keluar. Biasa disajikan dengan sambal & saus.
Ini dia masakan khas dari Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kata Kaledo berasal dari dua kata yang memiliki arti Ka dan Ledo (bahasa penduduk asli kota Palu yaitu bahasa Kaili) yang artinya : Ka adalah Keras dan Ledo artinya Tidak (Tidak Keras). Konon juga, kata Kaledo adalah singkatan dari KAki LEmbu DOnggala. Bahan utama yang digunakan untuk membuat kaledo adalah tulang kaki sapi serta iga yang masih memiliki daging. Meskipun tulang dan iga keras, namun daging yang menempel sangat empuk. Untuk bisa menikmati sumsum yang ada di tulang sapi, biasanya disediakan sedotan plastik. Warna kuah kaledo adalah cokelat bening, bumbu yang dipakai cukup sederhana, yaitu Cabai rawit, garam, jeruk nipis, juga buah asam mentah. Disajikan dengan nasi atau ubi kayu/singkong muda yang direbus.
Limun merupakan salah satu minuman tempo dulu yang cukup populer dengan kandungan soda yang medium di era tahun 1960-an seperti halnya soft drink yang banyak kita jumpai di toko dan modern market saat ini.
Namun seiring perkembangan zaman, minuman lokal Indonesia ini mulai ditinggalkan dan sulit dijumpai lagi.
Di Kota Rembang ada yang namanya Limun Kawis. Limun yang terbuat dari buah kawista. Rasanya mirip dengan minuman bersoda rasa cola. Meski agak sulit dijumpai, tapi masih eksis hingga kini.